Koordinator Bidang Kesehatan Embarkasi Asrama Haji Jakarta Anas Ma'aruf mengatakan data itu disimpan di Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH). Kartu diberikan dan digunakan untuk pemeriksaan tahap akhir sebelum keberangkatan.
"Utamanya (tahap ketiga) adalah untuk mengecek kelengkapan vaksinasi, kesehatannya untuk layak terbang atau tidak, dan kekarantinaan," ujar dia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (16/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:FOTO: Bersiap Menuju Tanah Suci |
Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya jemaah haji membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan pemeriksaan tahap akhir karena masih menggunakan Buku Kesehatan Jemaah Haji (BKJH).
Anas mengatakan data riwayat kesehatan ini juga bisa digunakan oleh jemaah saat hendak melakukan pemeriksaan kesehatan di klinik di Arab Saudi. Pemeriksaan kesehatan tahap akhir ini bertujuan untuk memeriksa keseluruhan kesiapan jemaah sebelum diberangkatkan. Ia menyebut apabila terdapat masalah kesehatan, jemaah Haji kemungkinan ditunda sementara keberangkatannya.
"Kalau memang kondisinya tidak memenuhi sampai tahap akhir ya terpaksa batal berangkat," kata Anas.
Jemaah Dilarang Jajan
Anas menyebut jemaah Haji juga tidak perkenankan untuk membawa makanan tertentu dari luar seperti nasi kotak atau makanan yang dianggap cepat basi.
Hal itu, kata dia bertujuan untuk mencegah jemaah haji tertular penyakit. Pasalnya, bukan tidak mungkin makanan yang dibawa oleh jemaah basi saat hendak dimakan.
"Jemaah haji masuk ke asrama haji diharapkan lagi tidak membawa makanan dari luar tidak lagi membawa makanan yang mudah busuk, supaya kondisinya sehat," kata dia.
Pihaknya juga melakukan penyisiran (sweeping) terhadap barang-barang yang dibawa oleh jemaah untuk mencegah makanan yang cepat busuk masuk ke lingkungan asrama haji.
Anas menyebut pihak PPIH menyediakan makanan yang sudah dijamin aman bagi jemaah.
"Kalau mau jajan atau beli makanan jemaah juga bisa beli di lingkungan Asrama Haji," ujarnya. (ayp)