Survei dari KedaiKOPI menunjukkan bahwa dua kandidat capres, Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto punya kadar religiusitas yang masih rendah.
Survei tersebut mendapati karakter Jokowi sebagai capres masih jauh dari label religius. Dari 11 label yang dipakai, label agamis dalam diri Jokowi hanya mendapat skor 62,4 persen dari 1.137 responden. Karakter itu menjadi yang paling inferior dari karakter-karakter Jokowi yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KedaiKOPI kerap membuat sejumlah survei berkenaan politik. Paling terbaru adalah persepsi publik soal religiusitas Jokowi dan Prabowo. Mereka juga rutin membuat survei soal tingkat elektabilitas tokoh politik sebagai capres.
Diyakini Tetap Terjadi
Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Islalm Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Abrar Aziz mengamini temuan survei tersebut. Abrar menilai muslim di Indonesia masih sangat tertarik pada simbol saja. Ini menjadi penting bagi partai-partai politik yang ingin merebut hati pemilih.
"Maka saya yakin di pilkada kemarin terus pilpres besok dan momen-momen politik berikutnya hal-hal itu akan terjadi lagi," ujar Abrar.
Bekas kader Partai Gerindra itu merasa isu agama dalam pilpres tak terulang. Penyebabnya adalah sifat pilpres yang lebih nasional ketimbang pilkada.
"Kalau pilpres ini kan beragam ya, ada kota besar, ada kampung-kampung, ada provinsi yang muslimnya juga minoritas," ujar Nuruzzaman.
Meski demikian, ia tak menafikkan bahwa 'jualan agama' mungkin akan tetap terjadi di Pilpres besok. Hanya saja Nuruzzaman percaya kapasitasnya tak semasif sebelum-sebelumnya. (osc)