"Menurut hasil penelitian itu, 70 persen pendukung PDIP itu umat Islam dan santri, 77 persen santri. Saya kan santri, jadi ketemu santri cocok," ucap Yusuf di kantor KPU, Jakarta, Selasa (17/7).
Diketahui, Yusuf maju sebagai bakal caleg DPR untuk daerah pemilihan Kabupaten Bogor. Selain soal persoalan agama dan santri, pertimbangan lain Yusuf karena PDIP merupakan partai papan atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau papan atas, di atas. Kalau turun-turun juga tidak masalah. Sedikit saja," ujar Yusuf.
Lihat juga:Pendiri PKS Yusuf Supendi Jadi Caleg PDIP |
"Cuma saya lama di Jakarta. Insya Allah, teman-teman juga bilang, saya tidak perlu kampanye. Tidak perlu jual visi misi. Tinggal ketemu silaturahmi saja," lanjutnya.
Mengenai motif maju kembali menjadi calon anggota legislatif, Yusuf mengatakan ingin memanfaatkan potensi yang dimiliki. Yusuf mengklaim teman-temannya selama ini menilai dirinya memiliki potensi di bidang politik. Karenanya, dia ingin memanfaatkan potensi yang ada.
"Kan lebih baik dimanfaatkan untuk bangsa, agama," katanya.
Dia mengaku telah menghubungi Wiranto dan ajudannya. Yusuf ingin bertemu dan berdiskusi dengan mantan Ketum Hanura tersebut. Namun, iktikad untuk bertemu tak kunjung tercapai. Dia mengatakan ajudan Wiranto tidak kunjung mengagendakan pertemuan antara dirinya dengan Wiranto.
Hingga kemudian, Yusuf datang ke DPP PDIP Pada 9 Juli. Setelah itu, Yusuf menghubungi Wiranto melalui pesan singkat.
"Kemudian sorenya saya SMS ke Pak Wiranto, saya bilang mohon izin. Mohon maaf saya akan maju DPR RI 2019 dari partai satu koalisi pemerintah, tapi partainya bukan Hanura. Saya tidak menyebutkan," ujar Yusuf. (osc/gil)