Namun, pencalonan dirinya itu harus bisa membawa manfaat bagi kepentingan umat Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapitra mengaku belum pernah bertemu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Meskipun, kabar penempatan dirinya sebagai caleg di dapil Sumbar dari PDIP itu pertama kali diungkapkan oleh Hasto.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa, 17 Juli. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Kapitra juga mengaku akan meminta penjelasan kabar mengenai pencalonan dirinya kepada pihak PDIP. Dirinya akan meminta sejumlah syarat kepada PDIP.
Kapitra menilai sorotan publik soal pengusungan dirinya sebagai caleg dari PDIP terjadi karena dikaitkan dengan aksi bela Islam. Padahal, dirinya hanyalah bagian kecil dari kelompok tersebut.
"Kapasitas saya dalam aksi-aksi bela Islam bukanlah orang yang mencetus dan memimpin aksi. Saya adalah orang yang berada di garda bagian advokasi, bersama sama dan tidak sendiri. Sehingga hanya bagian skrup kecil," tandas Kapitra.
Hanya PDIP
Kapitra mengaku hanya PDIP yang menawarkan dirinya menjadi calon anggota legislatif.
"Enggak ada partai lain yang nawarin saya," kata Kapitra.
Kapitra mengatakan, jika dirinya menjadi caleg dari PDIP maka ini merupakan langkah yang baik. Sebab dia bisa menjadi jembatan antara kedua pihak, yakni umat muslim dan Pemerintah.
Selama ini, menurut Kapitra, komunikasi politik kedua pihak itu belum terbangun dengan baik.
Untuk itu, pencalegan ini akan dia jadikan sebagai jalan menuju ke arah sana.
"Prinsipnya saya menegakkan agama, saya membela ulama, saya harus punya komunikasi politik, dan komunikasi politik ini belum terbangun, belum ada komunikasi politik," kata dia. (arh/gil)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa, 17 Juli. (