Prada, seorang petugas keamanan yang juga saksi mata kejadian, menyebut ia sempat bertemu orang misterius itu pada Minggu (15/7) sekitar pukul 11.00 WIB.
"Hari Minggu kemarin ada satu orang mondar-mandir. Tanya ke saya rumah pak Mardani, katanya mau survei nganter undangan. Saya enggak percaya, jadi enggak kasih tahu," ucap Prada saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 03.00 WIB, terdengar bunyi botol pecah. Lalu saat ia ke luar, terlihat ada dua sosok dengan helm full face habis melempar sebuah botol dari kebun pisang di sebelah rumah Mardani.
Lalu, kedua orang itu kabur lewat kebun tersebut. Prada menyebut di kebun terdapat jalan tembus yang langsung mengarah ke jalan raya. Karena masih gelap, ia tak bisa mengenali dua sosok itu.
Hingga saat ini, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, rumah Mardani masih dipenuhi awak media massa dan petugas kepolisian. Jalan menuju kebun pisang diberi garis polisi. Begitu pula teras rumah yang jadi titik jatuh bom molotov, dibatasi dengan garis polisi.
Rumah Mardani dilempari bom molotov pada Kamis dini hario. Namun bom itu tak sempat meledak meski sudah pecah saat jatuh ke pelataran rumah Mardani.
"Alhamdulillah, tidak ada yang terbakar," tambahnya. (wis)