"Ya enggak ada lah [terkait Pilpres dan Freeport] itu. Jangan membuat yang enggak-enggak aja," ujar Luhut singkat saat ditemui di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Kamis (19/7).
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden Abdurahman Wahid itu pun enggan untuk berkomentar lebih lanjut soal kehadiran Riza di acara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum tahu, belum tahu, kalau enggak tahu ya gimana," ujarnya.
Nama Riza Chalid sebelumnya muncul di publik dalam kasus 'papa minta saham' yang melibatkan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pada 2015 silam.
Bersama Setnov yang kala itu masih menjabat Ketua DPR, suara Riza terekam dalam perbincangan dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia saat itu, Maroef Sjamsoeddin.
Perbincangan tersebut berisi permintaan saham PT Freeport Indonesia oleh suara diduga Setnov. Rekaman suara ini menjadi sorotan publik karena Setnov membawa-bawa nama Presiden Jokowi.
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, memanggil Riza terkait kasus ini, namun yang bersangkutan tak pernah muncul di DPR. Jokowi, kala itu terlihat marah besar dan meminta agar kasus pencatutan namanya diusut. Pengusutan kasus itu oleh Kejaksaan pun tidak terdengar kelanjutannya, hingga akhirnya namanya muncul lagi usai Riza hadir di kuliah umum Jokowi dalam acara NasDem.