Kekhawatiran Fahri lantaran latar belakang Ngabalin sebagai politikus. Saat ini, Ngabalin masih menjabat sebagai Ketua Bidang PP Wilayah II (Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah).
"Begitu politik masuk, permainan politik masuk. Begitu permainan politik, nanti proyek-proyek di-politik-an ini. Misal, 'Wah itu Pak Ali Komisaris AP I, saya mau ada pengadaan belalai nih, mau ngerjain runway kontak Pak Ali.' Nah, itu jadi rusak BUMN kita itu," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia jabatan Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama KSP gajinya kecil, namun memiliki tanggung jawab yang besar.
"Akhirnya muncul opsi membiayainya dengan tambahan menjadikannya sebagai komisaris BUMN," papar dia.
Ali Ngabalin diangkat jadi Komisioner AP I. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto) |
"Kedua bisa enggak presiden konsisten dengan omongan lamanya tentang conflict of interest? Orang kayak Pak Ali itu fokus aja di sekitar presiden untuk back up presiden jangan kemudian keluyuran ke tempat lain," ujarnya.
Meski demikian Fahri tak menyangkal situasi serupa juga terjadi di era pemerintahan sebelumnya. Atas dasar itu dia menyebut apa yang terjadi di era Jokowi saat ini tak lepas dari yang terjadi sebelumnya.
"Ini miss manajemen di sekitar pemerintahan pak Jokowi yang sebagiannya juga adalah warisan dari yang lalu," ujar Fahri.
Pengangkatan dan pemberhentian komisaris ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Angkasa Pura I (Persero) Nomor SK-210MBU/07/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris serta Penetapan Komisaris Independen PT Angkasa Pura I (Persero) tanggal 19 Juli 2018. (wis/gil)
Ali Ngabalin diangkat jadi Komisioner AP I. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)