Fahri menyebut kegagalan PKS lolos ke parlemen lantaran belum selesainya konflik di internal partai. "Dugaan saya begitu (PKS tidak lolos ke parlemen). PKS sudah Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/7).
Faktor utama penyebab kegagalan PKS ke parlemen, kata Fahri, adalah akibat penerapan surat DPP PKS perihal bacaleg PKS siap dicopot kapan saja jika terpilih sebagai anggota dewan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tata Kelola Partai
Tak hanya itu, larangan kader PKS menemui dirinya dan Anis Matta juga menjadi hal lain dari segelintir masalah di internal PKS. Ia berkata ada kader PKS yang diubah nomor urutnya sebagai bacaleg lantaran menemui dirinya dan Anis.
"Gimana itu, jadi tidak rasional lagi. Makanya dapat diduga (PKS) akan berakhir," ujar Fahri.
Di sisi lain, Fahri juga menyinggung soal pernyataan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang melarang kader PKS yang berstatus suami-istri menjadi caleg.
Imbauan itu, kata Fahri, hanya menjadi angin lalu lantaran saat ini ada kader PKS yang mengajak istri hingga anaknya menjadi caleg. Salah satu contohnya, lanjut Fahri, adalah Ahmad Heryawan.
"Mohon maaf kayak Pak Heryawan, istrinya dan anaknya kan ikut. Banyak itu saya dapet laporan kemarin di Ambon orang pada lapor sekarang itu satu keluarga masuk. Kenapa? Karena tidak ada lagi orang mau (bergabung ke PKS). Bagaimana anda (mau), orang sudah daftar disuruh mundur," ujarnya.
Lebih dari itu, Fahri enggan memastikan apakah PKS akan bubar atau menempuh jalan lain jika tidak lolos ke parlemen. (asa)