Sebagai contoh, Jokowi kemudian berkelakar mengenai pendirian posko Jokowi-Muhaimin (JOIN) untuk Pilpres 2019 yang dikomandani relawan PKB.
Hal tersebut diutarakan presiden petahan RI tersebut di hadapan peserta Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). PMII sendiri merupakan afiliasi dari organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyampaikan terima kasih kepada Muhaimin, Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada alumni PMII lain yang kini duduk di pemerintahan.
"Tampaknya [Imam] enam bulan ini tidak tidur mempersiapkan Asian Games 2018," kata Jokowi.
Jumpa pers Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta usai menjamu Ketua Umum PBB Muhaimin Iskandar pada 25 Juli 2015. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Ikatan Alumni PMII Akhmad Muqowam menyampaikan aspirasi bahwa Jokowi bisa memilih kader NU sebagai pendampingnya di Pilpres tahun depan.
Akhmad mengatakan itu karena selama ini Jokowi dianggap selalu memberikan perhatian lebih kepada kaum nahdliyin (sebutan untuk orang NU) dalam bentuk pemberdayaan pesantren dan menginisasi Hari Santri Nasional.
"Berkenaan dengan tersebut (Pilpres) tentu isunya adalah wakil presiden. Kami warga besar NU memiliki nama Maruf Amin, ada Said Aqil Siradj, ada nama Muhaimin Iskandar, ada lagi Gus Romahurmuziy," kata Muqowam.
Terkait kandidat cawapres bagi Jokowi, beberapa waktu lalu Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan sang petahana telah mengantongi 10 nama untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019. Beberapa di antaranya adalah Ma'ruf Amin, Mahfud MD, Airlangga Hartarto, dan Moeldoko.
Jumpa pers Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta usai menjamu Ketua Umum PBB Muhaimin Iskandar pada 25 Juli 2015. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)