Padahal di hadapan para pendemo yang mendesak dirinya untuk tetap memimpin Jakarta selama lima tahun, Anies menjamin akan menuntaskan janji kampanye yang ia sampaikan saat Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.
Saat ditanya oleh awak media, apakah Anies akan tetap memimpin Jakarta untuk menuntaskan janjinya, ia hanya menjawab jika janji memang harus dituntaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Udah ah," ujar Anies sambil tersenyum.
Pun saat disinggung soal tawaran menjadi capres ataupun cawapres, Anies mengaku belum memiliki jawaban atas hal tersebut.
"Banyak yang bilang begitu, tetap menolak, tetap menerima. Belum ada pembicaraan ke sana," tuturnya.
Lebih dari itu, Anies pun enggan berspekulasi lebih jauh soal Pilpres 2019 mendatang. Sebab, menurut Anies, dia bukan bagian dari pihak-pihak yang berspekulasi.
"Silakan orang lain berspekulasi, saya bukan bagian berspekulasi, saya bagian menjalani yang ada," kata Anies.
Namun sejumlah pihak di DKI tak ingin Anies meninggalkan ibu kota demi melenggang ke istana. Misalnya Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Serikat Becak Jakarta (Sebaja).
Mereka melakukan aksi di depan Balai Kota DKI. Koordinator Sebaja Rasdulah meminta Anies untuk menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur selama lima tahun.
Alasannya, kata Rasdulah, ia bersama para tukang becak dan warga Jakarta lainnya memilih Anies sebagai gubernur bukan untuk bekerja selama delapan bulan saja, tetapi lima tahun.
"Kalau delapan bulan, kan, yang namanya ibu-ibu yang bunting aja sampai sembilan bulan, masa ini baru delapan bulan ini mau loncat kayak kodok," kata Rasdulah di sela aksi demo JRMK dan Sebaja di depan Balai Kota Jakarta, Senin (23/7). (osc/wis)