Ia menyatakan pengangkatan Andika telah melalui prosedur yang berlaku dan telah memenuhi persyaratan untuk menjabat posisi tersebut.
"Saya kira dari sisi kacamata kami, tidak ada urusan. Semua dilakukan karena memang sudah layak, baik, memenuhi persyaratan, dan seterusnya," kata Sabrar saat ditemui di KRI Soeharso, Senin (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sabrar menegaskan pertimbangan penunjukan Andika sebagai Pangkostrad lantaran yang bersangkutan memiliki prestasi yang moncer di bidang akademik maupun nonakademik.
Lebih lanjut Sabrar menyatakan bahwa mutasi di tubuh TNI sangat diperlukan guna memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi.
Lihat juga:Mayjen Andika Resmi Jadi Danpaspampres |
Andika Perkasa tercatat adalah lulusan Akademi Militer tahun 1987. Sebelum menjadi Pangkostrad, Andika menjabat sebagai komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklatad) TNI AD.
Kariernya dimulai saat menjadi prajurit infanteri dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), lantas menjabat Komandan Resimen Induk Daerah Militer Jaya tahun 2011 dan Komandan Resort Militer 023/Kawal Samudera tahun 2012.
Andika juga tercatat sebagai lulusan terbaik Sekolah Staf Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2000. Bukan hanya itu, dia juga bersekolah di Harvard University, Amerika Serikat hingga meraih gelar Master of Science (MSc) dan Doctor of Philosophy (Phd).
Pada Januari 2018 dia baru saja naik pangkat dari status Mayor Jenderal menjadi Letnan Jenderal.
(wis)