Ia mengaku telah mengerahkan pasukan di tiga komando daerah militer (Kodam) untuk mengamankan agenda olahraga empat tahunan tersebut.
"Kekuatan personilnya yang saat ini adalah kekuatan permanen dulu, ada di tiga Kodam, Kodam II [Sriwijaya], Kodam Jaya, dan Kodam III [Siliwangi], ada pula pengamanan untuk tamu-tamu negara yang VVIP," ujar Hadi saat ditemui di KRI Soeharso, Senin (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga Kodam tersebut letaknya berada di tiga provinsi yang menjadi lokasi pelaksanaan Asian Games, yakni Jakarta, Palembang dan beberapa wilayah di Jawa Barat
Ia hanya mengatakan pihaknya bakal membentuk strategi pengamanan terbuka dan tertutup yang jumlah personelnya sama dengan pengamanan pilkada serentak pada 27 Juni kemarin.
"Dari pengamanan ini ada pengamanan terbuka ada tertutup. Semuanya sudah kita siapkan hampir sama dengan kekuatan pada waktu kita melakukan pengamanan Pilkada serentak," ujarnya.
Meski demikian, Hadi mengatakan pengamanan tak hanya dilakukan di setiap tempat pertandingan Asian Games semata.
"Pengamanan bukan hanya di tingkat venue ya, bukan hanya Palembang, Bandung, Jakarta tidak, tapi di wilayah Indonesia karena ASIAN Games ke 18 ini negara negara lain tahunnya dilaksanakan di Indonesia," kata Hadi.
Disisi lain, Hadi juga mengatakan TNI dan Polri tengah bersiaga agar kebakaran hutan dan lahan tak terjadi ketika perhelatan ASIAN Games berlangsung.
Hal itu ia katakan untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi bakal berlangsung di Indonesia pada bulan Juli dan Agustus.
Diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah acara olahraga multi-event regional Asia ke-18 pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.
Acara yang bakal diikuti oleh 15 ribu atlet dan ofisial dari 45 negara itu rencananya akan akan menampilkan 484 acara dalam 42 cabang olahraga. (eks)