"Di tengah keberhasilan KPK melaksanakan tiga kali operasi tangkap tangan dalam waktu kurang dari 10 hari, ada berita bahagia unutk pegawai KPK yaitu Novel akan kembali bekerja pada hari Jumat tanggal 27 Juli 2018," kata Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo lewat keterangan tertulis, Selasa (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kembalinya Novel bekerja merupakan energi tambahan bagi pegawai KPK yang rindu sepak terjang novel selaku kasatgas penyidikan," ujarnya.
Novel Baswedan (kiri) dan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kanan), di kediaman kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Minggu, 17 Juni 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Para pegawai KPK, lanjutnya, bakal menyambut kedatangan Novel dengan tetap memperhatikan keselamatannya setelah bekerja kembali.
"Pegawai KPK akan menyambut kedatangan Novel pada hari pertamanya bekerja di lobi Gedung KPK," kata dia.
Di sisi lain, Yudi menyatakan pihaknya bakal terus mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras ke Novel.
"Wadah Pegawai KPK tidak pernah putus harapan kepada Presiden RI untuk mau membentuk TGPF pelaku penyiraman Novel," ujarnya.
Menurut Yudi, belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras ke Novel itu mengindikasikan pelaku sangat profesional lantaran dapat menutupi jejaknya sampai hari ini. Sehingga, kata Yudi tak berlebihan bila pihaknya mendorong agar Jokowi membentuk TGPF kasus air keras Novel.
Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai salat subuh di dekat kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Hingga saat ini, kepolisian belum mampu mengungkap kasus itu.
(arh/gil)
Novel Baswedan (kiri) dan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kanan), di kediaman kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Minggu, 17 Juni 2018. (