Sandi mengklaim pengadaan kain waring ini telah masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 di bawah Dinas Sumber Daya Air.
"Kali Item total pagu anggaran Rp580.833.000, terbagi tiga segmen," ucap Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali Item memiliki lebar sekitar 20 meter, sehingga dari data itu, kain waring terbentang seluas 14.520 meter persegi. Artinya, Pemprov DKI menggelontorkan Rp40 ribu untuk setiap meter.
"Kali itu sudah item sejak tahun-tahun lalu. Jika yang mengelola Jakarta dulu memperhatikan ini, kita enggak punya warisan Kali Item," kata Anies.
Bau Menyengat
Pemasangan kain waring di Kali Item belum berpengaruh banyak. Pada Selasa (24/7) bau tak sedap masih tercium dari Kali Item, Kemayoran,Jakarta Pusat.
Bau anyir di Kali Item masih cukup kuat tercium. Aroma tersebut berembus kendati kendaraan banyak melintas.
Aroma tak sedap dari Kali Item ini lebih kuat terasa bila dicium dari ruas Jalan Raden Haji Keneng Mudatsir.
Seorang warga yang sedang melintas di sekitar Kali Item bernama Andry Kurniawan merasa aroma tak sedap dari kali masih kuat terasa.
"Ini mah masih bau banget," tukas Andry.
Andry menambahkan pemasangan waring besar di sana tak berpengaruh apapun terhadap aroma.
Pandangan serupa dilontarkan oleh Ari yang berdagang mi ayam di dekat kali. Dia merasa pemasangan waring tersebut lebih ditujukan untuk menutup wajah Kali Item.
"Enggak ngaruh untuk masalah bau, paling biar kelihatannya rapi sedikit," ujar Ari.
Ari melihat waring yang menutupi Kali Item di depan rumahnya terpasang selama setengah bulan ini. Namun sejak itu ia menilai belum ada perubahan berarti dari aroma yang menguap ke udara.
Ia mengaku kurang senang dengan pemasangan waring yang menurutnya sia-sia saja.
"Kalau kita sih dalem hati (bilang) buang-buang duit aja. Buat apa itu kalau kata saya," keluh Ari.