Anies akan menyiapkan fasilitas Pedestrian Light Control atau pelican crossing sebagai pengganti JPO Bundaran HI. Dana yang disiapkan untuk membangun tempat penyeberangan itu sebesar Rp100 juta.
Salah satu pengguna JPO Bundaran HI, Kurniawan (24) menilai perubahan sistem penyeberangan dengan pelican crossing tidak akan efektif karena arus lalu lintas di Jalan M.H. Thamrin cukup padat. Selain itu, menurutnya, pengguna jalan bisa menggunakan alat tersebut seenaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak efektif, nanti orang yang mau menyebrang bisa pakai seenaknya dan nanti malah dari arah sana (Jl. MH Thamrin) tambah ramai," kata salah satu karyawan swasta ini.
Selain Kurniawan, pengguna JPO lainnya yaitu Wulan (38) tidak setuju dengan pembongkaran jembatan. Menurutnya, JPO di Bundaran HI tidak menutupi Patung Selamat Datang.
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Bundaran HI, Jakarta, akan dibongkar jelang Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Sementara itu, hampir tiap menit para pejalan kaki melintas di JPO tersebut, baik yang berjalan dari arah Plaza Indonesia ke Wisma Nusantara maupun sebaliknya.
Pelican crossing dibangun sebagai tempat penyeberangan sementara karena JPO di lokasi tersebut akan dibongkar. Pelican crossing merupakan salah satu metode penyeberangan untuk para pejalan kaki. Metode pelican crossing ini memanfaatkan lampu lalu lintas yang berada di kedua sisi jalan.
Anies menyebut JPO itu menghalangi pemandangan ke arah Patung Selamat Datang di Bundaran HI. Dia berencana merobohkan JPO sebelum Asian Games digelar.
Nantinya di tempat itu juga akan dibangun tempat penyeberangan bawah tanah sebagai pengganti JPO. Jika penyeberangan bawah tanah telah selesai dibangun, maka pelican crossing tidak akan digunakan lagi.
J