Mulanya, ia mendadak diminta kelurahan untuk menggambar maskot Asian Games 2018, Bhin Bhin, Atung, dan Kaka, yang merupakan cendrawasih, rusa, dan badak, sejak dua bulan terakhir.
Pengerjaan satu bidang lukisan memakan waktu 2-4 hari tergantung luas yang akan dilukis. Enam orang dalam tim PPSU itu bekerja dalam dua sif, yakni sif pagi dari pukul 08.00 WIB-15.00 WIB, dan sif sore dari pukul 03.00 WIB-22.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, ia tak pernah memiliki kehandalan khusus dalam menggambar. Selama ini, Ade dan dua rekan setimnya mengandalkan Google untuk membuat pola-pola gambar.
Petugas PPSU menghias jembatan bertema Asian Games di depan kantor Kelurahan Paseban, Jakpus, Rabu (24/7). (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil) |
Kedua, mencari warna cat yang tepat. Sebab, kelurahan hanya menyediakan warna-warna dasar seperti merah, hijau, biru, putih, dan hitam. Mereka mengandalkan kreativitas untuk mencampurkan warna cat agar mirip dengan aslinya.
"Ya aslinya mah cuma ini aja. Kita campur-campurin sampai jadi banyak warna. Jadi ya harap maklum kalau warnanya berbeda," kata Ade.
"Biasanya ada sampah-sampah, daun-daun liar seperti ini kan kita harus bersihkan dulu. Kadang juga ada penjual di sini biasanya ramai ya kita minta minggir dulu sementara," terangnya.
Sejauh ini, Ade dan teman-temannya telah menyelesaikan lima mural di Kelurahan Paseban. Dibantu warga, mereka menggambar tembok pejalan kaki di sekitar Perempatan Matraman.
Campur-aduk cat untuk mengakali keterbatasan warna. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil) |
Padahal, dia berharap setidaknya ada makanan, kopi, rokok yang disediakan kelurahan.
"Ya harapannya sih ada bonus dikit, dibayar per minggu juga enggak apa-apa lah, tapi tidak ada," keluhnya.
Mural bertema Asian Games 2018 di depan kantor Kelurahan Paseban, Jakpus, Rabu (24/7). (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil) |
Namun, Ade tidak mengetahui bahwa karya-karyanya saat ini sedang menjadi buah bibir di media sosial. Dia hanya sibuk bekerja saat pembukaan Asian Games tinggal menghitung hari.
Sebelumnya, mural bertema Asian Games 2018 di berbagai penjuru Jakarta disorot di media sosial karena tampak kurang artistik dan sekadarnya. Baik dari segi pola gambar, komposisi warna, maupun penempatan posisinya.
Ternyata, gambar-gambar itu dibuat oleh pasukan oranye setelah ada sejumlah postingan. Kritik pun mengalir ke Pemprov DKI yang kebanyakan meminta untuk memakai seniman yang kompeten.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Seusai kritik di media sosial itu, Gubernur Anies Baswedan mengaku tak tahu dan tak pernah memerintahkan PPSU untuk melukis mural.
"Seingat saya, gubernur enggak pernah ngasih tugas itu ya," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/7).
"Untuk mereka (PPSU) jadi bagian dari beautifikasi, kami ajak seluruhnya," kata Sandi di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat.
(arh/gil)
Petugas PPSU menghias jembatan bertema Asian Games di depan kantor Kelurahan Paseban, Jakpus, Rabu (24/7). (
Campur-aduk cat untuk mengakali keterbatasan warna. (
Mural bertema Asian Games 2018 di depan kantor Kelurahan Paseban, Jakpus, Rabu (24/7). (