"Penyediaan nano bubble ini bagus hasilnya, tapi sepertinya kurang unitnya. Nah ini yang perlu adanya penganggaran dan sebagainya kita akan maksimalkan ke depan," kata Sandi di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data yang diterima CNNIndonesia.com, Kali Item tercemar pada kategori paling parah pada unsur Kebutuhan Oksigen Hayati (BOD), Kebutuhan Oksigen Kimia (COD), dan kadar bakteri.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat mengunjungi proyek Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat, 13 Juli. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Bahwa, BOD Kali Item mencapai 37,75 miligram per liter, dari yang seharusnya maksimal 12 miligram per liter, COD mencapai 297 miligram per liter, atau hampir tiga kali lipat dari yang ditentukan peraturan, yakni 100 miligram per liter.
Selain itu, kandungan bakteri Fecal Coliform mencapai 35 juta sel per 100 mililiter. Padahal, kandungan maksimal bakteri yang biasanya ada di kotoran hewan itu tak boleh lebih dari 2.000 setiap 100 mililiter.
Secara sederhana, semakin tinggi kadar BOD dan COD maka semakin tinggi bakteri dan reaksi kimia menghabiskan oksigen di dalam air untuk mengurai limbah. Biota-biota di dalam air pun mati karenanya. Alhasil, bau busuk menguar dari air tersebut.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengendalian Pencemaran Air KLHK Budi Kurniawan menyarankan Pemprov DKI Jakarta menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan purifikasi sungai untuk mengatasi bau itu.
Rangkaian waring yang menutupi Kali Item, di Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
IPAL sendiri biasanya dibangun di tiap industri untuk mengolah limbah yang kemudian dibuang ke sungai atau saluran pembuangan lainnya.
Dengan pemasangan IPAL itu, lanjut Budi, industri, baik sekala kecil, menengah, dan besar, boleh saja membuang limbah ke sungai selama memenuhi baku mutu sesuai peraturan pemerintah.
Selain itu, Budi menyarankan perlu dilakukan purifikasi atau penjernihan di badan air demi mempercepat proses pemulihan kualitas air kali.
Tak ketinggalan, teknolgi penambahan oksigen terlarut dan bioremediasi atau pembersihan lingkungan yang tercemar polutan kimia dengan menggunakan mikroorganisme berupa bateri.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau waring penutup Kali Item, di Kemayoran, Jakarta (21/7). (CNNIndonesia/Hesti Rika Pratiwi) |
"[Pemprov DKI] harus bikin saluran air kotor. IPAL besar ataupun komunal. Selama 50 sampai 100 tahun lagi tetap saja Kali Item bau kalau nggak ada IPAL," kata Dwi.
"Untuk jangka pendek, bisa kita tingkatkan kadar oksigennya dengan aerator dan nano bubble," tutupnya.
(arh/sur)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat mengunjungi proyek Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat, 13 Juli. (
Rangkaian waring yang menutupi Kali Item, di Jakarta. (
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau waring penutup Kali Item, di Kemayoran, Jakarta (21/7). (