"Bisa saja. Bisa iya, bisa tidak, ini pandangan saya pribadi. Pak Jokowi sekarang didukung 6 parpol, mereka mengatakan solid. Ada kemungkinan, kalau ada satu dia yang break up karena tidak cocok cawapresnya, ya itu bisa saja terjadi. Sehingga (hal ini akan) menimbulkan dinamika baru," kata SBY dalam konferensi pers di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).
Dinamika politik menjelang pendaftaran capres-cawapres yang dimulai 4 Agustus itu masih sangat cair. Kekacauan masih mungkin terjadi, namun saat ini hal itu masih menjadi spekulasi belaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bertemu pak Airlangga, tapi tidak spesifik membahas pembentukan poros atau koalisi baru," terang SBY.
"Yang kami sepakati dulu ya, ayolah kita jalin komunikasi. Tapi saya tahu pak Airlangga (adalah) menterinya pak Jokowi, dan kemarin baru mengikrarkan soliditasnya," kata dia.
Di sisi lain, Airlangga juga sempat menyatakan rencana dirinya untuk maju sebagai bakal calon wakil presiden kepada SBY. (eks)