"Kamis (hari ini), direncanakan pemeriksaan Idrus Marham sebagai saksi dalam kasus ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/7).
Febri mengatakan penyidik KPK perlu menggali dan mengklarifikasi sejumlah hal kepada mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu. Menurut Febri, penyidik KPK sebelumnya mencecar Idrus soal dugaan suap dan pertemuan dengan para tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini semua teman saya, Pak Johannes juga teman, sudah lama kenal. Ibu Eni apalagi itu adik saya. Kemudian saya kenal, memang kenal," kata Idrus.
Idrus mengatakan bakal memenuhi panggilan kedua yang dilakukan penyidik lembaga antirasuah itu. Menurut Idrus, pemanggilan kali ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan pekan lalu yang belum rampung.
"Insya Allah hari Kamis saya sudah janji [untuk melanjutkan pemeriksaan]," kata Idrus, di Istana Bogor, Selasa (24/7).
Proyek PLTU Riau-I merupakan proyek penunjukkan langsung yang diserahkan pada anak usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa-Bali sejak dua tahun lalu. Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017.
KPK pun sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap ini, di antaranya Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa-Bali Investasi Gunawan Y Hariyanto, serta Bupati Temanggung terpilih M Al-Khadziq. (osc/gil)