Dengan layanan tersebut, pihak Gowes menyediakan 100 sepeda yang bisa digunakan secara gratis oleh pengunjung Monas untuk berkeliling kawasan Monas.
Sebelum menggunakan layanan sepeda gratis tersebut, pengunjung cukup mengunduh aplikasi Gowes melalui playstore atau appstore. Setelah itu pengunjung diminta melakukan pengindaian pada kode unik yang ada di belakang sepeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini (Monas) gratis, kita ingin masyarakat menggunakan ini di Monas sambil wisata dan olahraga," kata Direktur Gowes Iwan Suryaputra.
Iwan menjelaskan bike sharing tersebut menggunakan sistem IoT atau Internet of Things. Tujuannya untuk memantau penggunaan sepeda oleh pengunjung.
Selain itu, pemantauan dengan menggunakan sistem IoT juga dalam rangka menjaga ketertiban, sehingga tidak ada sepeda yang diparkir secara sembarangan.
"Setelah sepeda berhenti digunakan, kita akan kirim petugas lapangan kita yang untuk mengembalikan sepeda kita ini yang diparkir sembarangan tidak pada tempatnya untuk ketertiban juga," tutur Iwan.
Iwan menyebut bike sharing yang dilengkapi dengan sistem IoT telah dilakukan di Bali dan Bintaro. Ia pun mengklaim sejauh ini belum ada unit sepeda yang hilang.
Sepeda gratis di Monas. (Dok. Humas Pemprov DKI) |
Apalagi, kata Sandi, saat ini juga banyak pihak yang menyoroti buruknya kualitas udara di Jakarta.
"Ini untuk meningkatkan tentunya minat masyarakat untuk hidup sehat dan mengurangi polusi udara," ucap Sandi.
Sandi mengatakan uji coba layanan bike sharing di kawasan Monas akan dilakukan selama tiga bulan.
Ia menambahkan layanan bike sharing akan terus dilanjutkan ke kawasan lainnya sehingga tidak hanya di kawasan Monas saja.
Selanjutnya, layanan ini juga akan terintegrasi dengan transportasi umum lainnya, mulai dari Transjakarta, hingga nantinya MRT dan LRT.
Sepeda gratis di Monas. (Dok. Humas Pemprov DKI)