Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan agenda lanjutan usai pertemuan Prabowo dengan Salim Segaf Al Jufri, Kamis (26/7) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia hanya menjelaskan pertemuan antara itu bakal membahas rencana koalisi dengan Demokrat dan pematangan soal capres dan cawapres di Pilpres 2019.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, di Jakarta (16/6). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Selain itu, Hidayat menegaskan pihaknya telah siap untuk bertemu elite Partai Gerindra dan Partai Demokrat untuk mematangkan kandidat pasangan capres-cawapres yang akan diusung di Pilpres tahun depan.
Meski demikian, ia mengatakan PKS tetap memperjuangkan agar kader-kadernya bisa diusung menjadi cawapres pendamping Prabowo.
Terpisah, Wakil Sekjen PKS Abdul Hakim mengungkapkan pertemuan ketiga elit parpol itu akan bertemu dalam acara Ijtimak Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) yang berlangsung di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, Jumat (27/7) malam.
"Nanti malam ketemu di acara 'Ijtima' Ulama'. Jam 19.00," ungkapnya, saat dikonfirmasi wartawan.
Eks Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Graha Pos Bandung, 2017. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng) |
Sebelumnya, Prabowo sempat melakukan pertemuan dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk membahas rencana koalisi. Dalam pertemuan itu, Prabowo membuka peluang memilih Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Lihat juga:Prabowo soal AHY Cawapres: Why Not? |
Selain itu, ada nama Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Anggota DPR Tifatul Sembiring, Anggota DPR Al Muzammil Yusuf MS, dan Anggota DPR Mardani Ali Sera.
(arh/asa)
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, di Jakarta (16/6). (
Eks Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Graha Pos Bandung, 2017. (