Mirip Kuis Jokowi, KPK Gelar Sayembara Sepeda Kasus Novel

Feri Agus & Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Jumat, 27/07/2018 16:47 WIB
Mirip Kuis Jokowi, KPK Gelar Sayembara Sepeda Kasus Novel Aksi pembagian sepeda untuk pihak-pihak yang bisa mengungkap penyerang penyidik KPK Novel Baswedan diakui mengambil semangat Presiden Jokowi. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyumbangkan sepeda untuk mendukung aksi sayembara mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Di pelataran gedung KPK, terpampang sebuah banner bertuliskan 'Hayo Coba Sebutkan 1 Penyerang Novel, yang Bisa Silakan Ambil Sepeda'. Persis di depan banner tersebut, diletakkan sebuah sepeda yang terbungkus rapi dalam kondisi baru.

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan sepeda tersebut akan terus diletakkan di depan lobi KPK sampai pelaku yang sudah buron 16 bulan itu ditemukan. Jumlah sepeda pun bisa jadi akan terus bertambah sebagai bentuk dukungan rakyat untuk Novel.


"Halaman gedung KPK akan penuh dengan sepeda karena rakyat ingin kasus bang Novel dituntaskan," kata Yudi di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7).


Peletakan sepeda itu, kata Yudi, sebagai simbol bahwa dukungan terhadap pengungkapan kasus Novel tidak akan berhenti sampai kapanpun.

Terpisah, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya juga menyumbangkan satu sepeda untuk diletakkan di KPK.

"Sepeda dari Pemuda Muhammadiyah sudah ada di gedung KPK. Kita dukung agar penyerang bang Novel cepat terungkap," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com, Jumat (27/7).

Dahnil memastikan kegiatan ini tidak berniat untuk menyindir Presiden Joko Widodo yang kerap membagikan sepeda sebagai hadiah dari kuis yang disampaikannya setiap berkunjung ke beberapa daerah.


Namun Dahnil mengakui jika kegiatan ini memang terinspirasi dari semangat Jokowi saat membagi-bagi sepeda. Dahnil berharap semangat tersebut juga tertular dalam pengungkapan kasus Novel.

"Mudah-mudahan dengan sepeda ini yang saat ini kasusnya masih gelap gulita jadi terang benderang. Karena kan sesuai semangat Jokowi bagi-bagi sepeda. Masih ada setahun lagi untuk Jokowi," kata Dahnil.

Dahnil pun menegaskan semua pihak meletakkan harapan yang sangat besar terhadap Jokowi saat ini. Pasalnya, seperti yang pernah disampaikan Novel, pihak kepolisian dipastikan tak akan mau menuntaskan kasus ini. Dahnil menjelaskan satu-satunya cara yang bisa dilakukan Jokowi adalah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Karena kita sudah tidak percaya pada kepolisian, ya kita cuma punya harapan di Presiden sebagai pemimpin tertinggi. Presiden segera buat TGPF bantu penuntasan kasus Novel," pungkas Dahnil.

(DAL/asa)