Kelima partai tersebut yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, PBB, dan Partai Berkarya. Ketua umum dari kelima partai tersebut juga akan diberikan waktu untuk menyampaikan pidato politik.
"Ketua lima partai hadir adalah Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Berkarya," ujar Yusuf dalam konferensi pers di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusuf mengatakan melalui ijtima ini akan disampaikan keinginan para ulama agar koalisi keumatan segera terbentuk. Langkah ini menindaklanjuti diskusi yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya.
Selama ini menurut Yusuf, ulama hanya menjadi endorsment politik disetiap jelang pemilu. Padahal jika ditarik sejarahnya, ulama merupakan salah satu elemen yang berperan penting dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia.
"Selama ini ulama hanya jadi stempel, tokoh nasional dan ulama tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan. Insyaallah jika tokoh nasional yang direkomendasikan menang, bisa melibatkan peran ulama dan tokoh nasional dalam kabinet pemerintahan mendatang," ujar Yusuf.
Yusuf menjelaskan ijtima Ulama dan Tokoh Nasional akan digelar selama tiga hari, yakni 27-29 Juli 2018.