Anies tak menyebutkan nama stafsus yang ia maksud. Tetapi Anies menyatakan bahwa penyelesaian masalah Kali Item membutuhkan kerja sama antar instansi pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun daerah.
"Karena itu mari kita teruskan kerja sama di lapangan, dan kalau mau terus-menerus meramaikan di dalam debat publik, saling klaim, enggak akan selesai," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu jangan ganggu mereka yang bekerja itu dengan statement-statement dari staf khusus yang tidak bekerja di lapangan, yang tidak bekerja membereskan masalah tapi justru memperumit opini," tutur Anies.
"Tim dari SDA juga sudah bekerja untuk itu bersama-sama tim dari PUPR," imbuhnya.
Karenanya, kata Anies, ia mengharapkan kepada semua pihak untuk bisa bekerja sama menyelesaikan permasalahan Kali Item.
"Aturannya saja yang dibagi-bagi, ada yang namanya pusat, provinsi, ada namanya kabupaten, ada yang namanya kota," kata Anies.
Pemprov DKI pun mengambil kebijakan dengan menutup Kali Item dengan menggunakan jaring hitam atau waring. Tujuannya, untuk mencegah bau kurang sedap dari Kali Item.
Namun, kebijakan yang diambil oleh Pemprov DKI justru menuai berbagai perdebatan dari sejumlah pihak. (wis/sur)