Hal ini sebagaimana rekomendasi yang diputuskan dalam Ijtima Ulama dan tokoh nasional beberapa waktu lalu.
"Iya memang seharusnya semua aspirasi ulama itu terbawa ke pemerintahan aspirasinya, ya," kata Mahfud Mahfud usai menghadiri simposium Nasional bertajuk Institusional Pancasila dalam Pembentukan dan Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan di Crowne Plaza Jakarta, Senin (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan ketua MK ini tak mempermasalahkan jika orang yang berada dalam struktur pemerintahan berlatar belakang ulama. Sebab menurut Mahfud, struktur pemerintahan bisa diisi oleh siapapun selama orang tersebut benar-benar kompeten.
"Kalau soal ulama atau orangnya atau tokoh ulama atau yang lain itu terserah pada kapabilitasnya. Nah, oleh karena itu, sah-sah saja agar negara ini menjadi negara yang berpemerintahan gotong royong. Ya, menurut saya boleh saja. Tinggal nanti ketemunya, komprominya di titik mana, kan gitu, itu boleh boleh, bagus," kata dia.
Ijtima ulama mendorong terbentuknya koalisi keumatan. Selain itu, Ijtima ulama juga merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
Sedangkan untuk jabatan wakil presiden, Ijtima ulama membuat dua skenario. Opsi pertama, Prabowo didampingi Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri; sedangkan Opsi kedua, Parabowo disandingkan dengan ulama Abdul Somad. (pmg)