Kelompok terakhir ini berniat membubarkan aksi dukungan kepada pembebasan Papua Barat saat orator demo tengah berorasi.
Mereka datang tak lama setelah AMP dan FRI-WP berorasi di depan Istana Merdeka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Relawan ini menganggap bahwa orasi yang disampaikan lawannya itu tak berbasis bukti alias omong kosong. Oleh karena itu, mereka ingin aksi segera dihentikan.
Polisi yang berjaga segera memisahkan kembali dua kubu masyarakat tersebut. Mereka mencoba menenangkan relawan NKRI dengan mengajak berteduh di bawah tandu petugas.
Saat hendak diwawancarai CNNIndonesia.com, Relawan NKRI yang berjumlah sekitar delapan orang tersebut enggan menjawab dan hanya menyebut "kami Papua".
Unjuk rasa ini digelar memperingati 49 tahun referendum di Papua atau Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969.
(arh/gil)