Wiranto memang tak menyebut nama mantan pejabat negara tersebut secara rinci. Namun, pada Selasa (24/7), mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut masyarakat miskin saat ini mencapai 100 juta jiwa.
"Sekarang ada mantan pejabat negara ribut lagi, kan, soal angka kemiskinan. Ya, kan. Jadi ribut, kan?" kata Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiranto menyarankan agar eks pejabat itu dapat menyampaikan kritik dan saran secara langsung kepada pemerintah maupun Presiden Jokowi.
"Kalau mantan pejabat merasa bahwa apa yang dilakukan pejabat penggantinya perlu dikritisi, diberikan saran, masukan, minta waktu ketemu dan sampaikan," ketus Wiranto.
Saat itu posisinya digantikan oleh Soerjadi Soedirja. Menurut Wiranto memberikan saran dan kritik secara langsung kepada pejabat bakal menghasilkan masukan yang konstruktif.
"Bukan saya memberikan saran lewat media, itu pasti saran berbau politis," katanya.
SBY usai bertemu Prabowo Subianto pada Selasa lalu menyoroti sejumlah persoalan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia. Salah satunya adalah soal kemiskinan. Saat itu SBY menyebut ada 100 juta orang miskin di Indonesia.
Lihat juga:SBY Soroti 100 Juta Orang Miskin Era Jokowi |
Pada Rabu (1/8), SBY menjelaskan soal the bottom forty, istilah yang dipakai oleh Bank Dunia, yakni 40 persen penduduk golongan bawah. Menurutnya, di negara berkembang yang pendapat per kapitanya belum tinggi, golongan tersebut adalah kaum sangat miskin, miskin, dan di atas miskin. (wis/gil)