Sandrina merupakan salah satu saksi dalam kasus yang telah menjerat Emirsyah dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo. KPK pun memiliki bukti yang dimiliki sehingga pengusutan kasus ini tidak terpengaruh meski 'kehilangan' salah satu saksi.
"Semoga tidak mempengaruhi karena ada alat bukti yang dimiliki, meskipun kami juga masih perlu berkoordinasi dengan otoritas di luar negeri," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Febri memastikan sampai saat ini penyidikan kasus dugaan korupsi di perusahaan plat merah itu masih berjalan. Menurut Febri, penyidik tengah memproses sejumlah bukti yang telah didapat dari proses penyidikan selama lebih dari setahun ini.
"Penyidik tentu saja akan terus memproses dengan bukti-bukti yang ada," ujarnya.
Suap diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.
Dari hasil penyidikan, suap yang diterima Emirsyah mencapai €1,2 juta dan US$180 ribu atau setara Rp20 miliar. Sementara suap berupa barang yang diterima Emirsyah yakni berjumlah US$2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura.
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017, penyidik KPK sampai saat ini belum juga menahan Emirsyah dan Soetikno. (osc/pmg)