"Kondisinya masih aktif. Teramati 137 kali letusan dengan tinggi 100 sampai 300 meter dan warna asap hitam," Kepala Pos Pantau GAK Lampung Andi Suandi, melalui pesan singkatnya, Jumat (3/8).
Letusan Gunung Anak Krakatau mencapai 137 kali, dengan amplitudo 15 sampai 45 mm, durasinya antara 13-77 detik. Hembusan berjumlah 96 kali, amplitudo berjumlah 4 sampai 20 mm berdurasi 16-122 detik. Gempa vulkanik dangkal berjumlah 23, amplitudo 3-22 mm dengan durasi 5 sampai 16 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kemarin durasi kegempaannya meningkat," ujar Andi.
"Visual malam teramati dari CCTV sinar api dan suara dentuman dan dirasakan getaran yang lemah," kata Andi.
Berdasarkan data yang dikirimkan Andi Suandi, angin bertiup lemah ke arah utara, tenggara, barat daya, dan barat. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis.
Gunung Anak Krakatau mulai meningkat aktifitasnya, sejak 18 Juni 2018 lalu atau sudah lebih dari satu bulan setengah mengalami letusan strombolin.