Kepala Balai TNK Budhy Kurniawan mengatakan proyeksi ini berasal dari karakter lingkungan di Gili Lawa, yaitu berupa savana, sehingga tidak ada upaya buatan yang bisa dilakukan, selain bergantung pada dukungan alam di sana.
Meski begitu, ia memproyeksi tak butuh waktu lama hingga tahunan untuk memulihkan bekas kebakaran di Gili Lawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, untuk mendukung pemulihan kerusakan hutan savana akibat kebakaran itu, pihak TNK akan menutup kawasan Gili Lawa hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Hal ini juga dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan mengenai penyebab kebakaran.
Di sisi lain, Budhy kembali menekankan bahwa dampak kebakaran hutan savana di Gili Lawa tidak mengganggu ekosistem dan habitat komodo karena kawasan itu tidak dihuni komodo. Namun, hanya sebagai salah satu spot wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan.
Sebelumnya, Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono mengatakan pihaknya memeriksa 11 orang terkait kebakaran hutan savana di Gili Lawa. Delapan orang diantara saksi yang diperiksa merupakan pelaku wisata yakni pemandu wisata, kru kapal, dan wisatawan. Sementara tiga lainnya dari Balai TNK.
"Dugaan sementara keterlibatan orang yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan ini masih kami dalami," katanya.