Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebelumnya masa tanggap darurat berakhir pada Sabtu (4/8), namun diperpanjang mengingat masih terjadi gempa susulan.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah terjadi gempa susulan sebanyak 564 kali gempa hingga pukul 07.00 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengungsi mandiri yang mendirikan tenda atau tempat pengungsian di halaman rumahnya juga masih memerlukan bantuan.
Sutopo menambahkan bahwa BNPB memandang perlu dilakukan penyisiran dan evakuasi di lokasi pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BTNGR, relawan dan lainnya.
Kata Sutopo, pendataan dan verifikasi rumah sampai saat ini masih dilakukan agar bantuan perbaikan rumah kepada korban gempa dapat segera disalurkan. Bantuan juga belum disalurkan kepada pengungsi secara merata. Oleh karena itu, perpanjangan masa tanggap darurat diperlukan.
Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi telah menyetujui perpanjangan masa tanggap darurat tersebut, begitu juga Bupati Lombok Utara dan Bupati Lombok Timur sebagai daerah yang paling terdampak parah dari gempa bumi ini.
Bupati Lombok Timur telah mengajukan bantuan dana stimulan untuk rumah rusak berat dan rumah rusak ringan yang telah diverifikasi sebesar Rp34,95 miliar kepada BNPB.
Sutopo mengatakan BNPB masih memproses data terkait rumah yang rusak. Setelah itu data akan segera dikirim kepada Pemda Lombok Timur untuk selanjutnya dari Pemda menyerahkan kepada masyarakat penerima melalui rekening bank yang telah dibuat sebelumnya. (wis)