Deklarasi tersebut berbarengan dengan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Deklarasi mau tidak mau di Jakarta," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di kawasan Ancol, Jakarta, Minggu (5/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disinggung siapa bakal cawapres yang mendampingi Jokowi, Hasto mengaku tak berhak menyebutkan. Ia menyatakan Jokowi sendiri yang akan mengumumkan nama pasangannya tersebut.
Posko Rumah Cemara
Di tengah persiapan pendaftaran, Hasto mengatakan pihaknya bakal membuat posko tim pemenangan di sebuah rumah, Jalan Cemara. Menurut Hasto, posko tersebut akan menjadi kantor bersama partai koalisi selama proses Pilpres 2019.
"Tiap sekjen bawa tiga orang, satu di forum, satu di pendalaman, satu untuk agenda strategis ke depan. Ada 27 orang, kami laksanakan di posko cemara tempat media center Pak Jokowi," tuturnya.
Hasto menambahkan esok hari dirinya dan delapan sekretaris jenderal partai koalisi, seperti Golkar, NasDem, PKB, Hanura, PPP, Perindo, PSI, dan PKPI akan bertemu kembali. Selanjutnya pada Selasa (7/8), para ketua umum partai koalisi pengusung Jokowi yang akan berkumpul.
Jokowi dan partai koalisi masih memiliki waktu sekitar lima hari untuk menentukan pendampingnya sebelum mendaftar ke KPU. Pendaftaran bakal capres dan cawapres telah dibuka oleh KPU sejak hari ini, 4 Agustus sampai Jumat 10 Agustus 2018. (chs)