Iwin, warga Mataram, menceritakan kronologi gempa. Dia mengatakan gempa mulanya terasa kecil. Namun dia merasakan gempa kecil tidak sekali terjadi, melainkan berturut-turut selama belasan detik.
"Gempa kecil habis isya. Terus-terusan. Iya berturut-turut," ucap Iwin saat dihubungi CNNIndonesia.com Minggu (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bawa istri keluar rumah dulu. Tetangga keluar rumah semua. Lampu langsung mati semua," kata Iwin.
"Saya langsung bawa mobil ke kota. Kunci rumah," kata Iwin.
Kediaman Iwin hanya 20 menit dari Mataram. Dia pun menuju Mataram, ibu kota Kabupaten Lombok Barat untuk mencari rasa aman.
Dia menduga masyarakat juga menuju ke sana. "Akses macet total. Di Mataram juga mati lampu semuanya," ucap Iwin.
"Pas lewat Kecamatan Gunung Sari ada rumah yang roboh sampai nutupin jalan. Hancur semuanya. Banyak yang hancur sepanjang jalan.
Lihat juga:BMKG: Gempa Lombok NTB Berpotensi Tsunami |
"Macet total. Ramai sekali semua orang berhamburan keluar karena takut tsunami," ucap Iwin.
Sekitar satu jam setelah gempa besar, sejumlah kota di NTB masih merasakan gempa susulan. BMKG pun mencatat setidaknya 16 gempa susulan yang getarannya ikut dirasakan warga di Bali. (wis)