"Kami ada sensor yang dipasang di pantai, baik di Bali, Lombok, dan Sumbawa. Sudah ada kenaikan. Namun itu kan gradual. Dan kini sudah turun kembali," kata Dwikorita dalam jumpa media di Kantor BMKG, Jakarta, Minggu (5/8).
"Itu [penurunan permukaan air laut] tanda kalau [tsunami] sudah lewat," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwikorita juga menyatakan bahwa jumlah gempa susulan di titik episentrum gempa telah melemah. BMKG sendiri mencatat ada 27 gempa susulan usai gempa utama sebesar 7 SR terjadi.
Namun Dwikorita memastikan BMKG tetap memantau daerah pusat gempa dan sekitarnya bila ada perkembangan terbaru. "Seandainya mendesak dan penting akan segera kami sampaikan," katanya.
Dwikorita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekat atau menghuni bangunan yang sudah retak atau rusak akibat gempa 7 SR.
Ia menyampaikan tsunami telah terjadi di sejumlah wilayah, dengan ketinggian 10-13 centimeter. Dia mengimbau warga agar tidak perlu khawatir.
"Seperti yang kami perhitungkan, kami kira tsunami terjadi antara 0-50 sentimeter, jadi levelnya waspada. Level ini yang paling rendah," kata Dwikorita.
"Tadi terjadi 13,5 sentimeter. Jadi enggak perlu dikhawatirkan [lagi]," lanjutnya. (end)