Sauki, yang juga bersama warga Lombok Utara berada di atas bukit, mengaku masih belum bisa turun ke wilayah yang lebih rendah meski peringatan dini tsunami telah dicabut.
"Belum bisa turun. Terus di sini juga mati listrik total," ucap Sauki saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu malam (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampungan tersebut bukan buatan BNPB maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau pemerintah daerah setempat. Dia mengatakan bantuan belum sampai ke Lombok Utara terutama di perbukitan tempat Sauki berdiam.
Sauki belum mau membeberkan berapa banyak jumlah warga yang bersamanya di wilayah bukit. Dia pun enggan membeberkan soal air laut yang sempat pasang ke daratan.
Turis di Gili Terawangan
Suasana Pulau Gili Terawangan, Lombok, NTB turut mencekam usai terimbas gempa berkekuatan 7,0 skala richter yang terjadi di wilayah Lombok Utara. Warga dan turis melarikan diri ke atas Bukit karena takut ada potensi tsunami.
"Suasana langsung kacau. Semua warga dan turis langsung naik ke atas bukit," ujar Andi Priatna, salah seorang warga Gili Terawangan kepada CNNIndonesia.com.
"Sampai saat ini, kami warga lokal dan wisatawan mancanegara masih bertahan di atas bukit," ungkap dia. (wis)