Salah satu warga Lombok, Fita, mengatakan informasi sumir membuat warga panik setelah gempa berkekuatan 7,0 SR menguncang Nusa Tenggara Barat. Situasinya kian mencekam karena simpang siur informasi soal ancaman gelombang Tsunami beberapa menit usai gempa.
"Banyak informasi simpang-siur soal Tsunami sehingga warga panik dan tidak berani masuk ke rumah. Kami pun sempat menunggu di mobil bersiap evakuasi karena takut ada ancaman Tsunami."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menceritakan alarm yang diduga sebagai ancaman Tsunami sempat berbunyi sehingga menambah panik para warga. Informasi yang didapat pun kepanikan juga melanda para pekerja di pertambangan Newmont yang sempat mengalami evakuasi.
Firta menceritakan teriakan dan kepanikan warga yang mencoba menyelamatkan begitu terasa untuk keluar dari bangunan yang banyak di antaranya mengalami kerusakan parah.
Warga Lombok tumpah ruah ke jalanan usai diguncang gempa berkekuatan 7 SR. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
Kondisi panik juga dikisahkan anggota Tim Reaksi Cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (TRC BNPB) Kabupaten Lombok Utara, Sauki. Ia mengisahkan masyarakat berduyun-duyun ke bukit begitu kabar tsunami beredar.
"Suasana langsung kacau. Semua warga dan turis langsung naik ke atas bukit," ujar Andi.
Andi menjelaskan saat terjadi gempa, banyak bangunan yang roboh. Selain itu, aliran listrik pun ikut terputus. Kondisi ini membuat para warga kian panik.
"Sampai saat ini, kami warga lokal dan wisatawan mancanegara masih bertahan di atas bukit," ungkap dia.
(wis)
Warga Lombok tumpah ruah ke jalanan usai diguncang gempa berkekuatan 7 SR. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)