"Hingga pukul 02.00 WITA sudah ada sekitar 100 gempa susulan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/8) dini hari.
Data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 82 orang tewas dan ribuan lain mengungsi akibat gempa Lombok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan," ujarnya.
Rumah sakit di sekitar Lombok pun dipenuhi warga yang terluka akibat gempa. Mayoritas yang datang mengalami luka benturan terkena reruntuhan akibat gempa.
Berdasarkan pantauan Antara di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, petugas piket di Unit Gawat Darurat (UGD) kewalahan menangani korban luka akibat gempa yang terus berdatangan sejak Minggu malam (5/8) hingga Senin dini hari.
Mereka yang dirawat terdiri atas anak-anak, orang dewasa, lanjut usia. Sebagian besar kaum perempuan.
"Saya luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan bangunan. Perut saya sakit menggendong anak saya ketika mencoba menahan tembok yang mau runtuh," kata Fitri salah seorang warga desa Puyung Waker Sumpak, kabupaten Lombok Tengah.
"Saya tidak sempat mengambil telepon genggam yang tertinggal di rumah kos. Saya tidak bisa menghubungi siapa pun di kampung halaman," tutur wanita yang bekerja di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat ini. (wis)