Jokowi meminta semua pihak melihat arahan itu dipahami secara konteks dari awal pidato.
"Coba dirunut dari atas. Jangan diambil sepotongnya saja. Nanti enak yang mengomentari kalau seperti itu. Dilihat semuanya, konteksnya akan kelihatan," kata Jokowi di Ancol, Senin (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani," ucap Jokowi dalam pidatonya yang memicu kontroversi, Sabtu (4/8).
Sementara itu, Juru Bicara Presiden Johan Budi menyatakan pernyataan Jokowi tak bernada provokatif terhadap pihak lawan.
Johan yang kini menjadi caleg PDIP itu meminta agar semua pihak tak mengartikan pidato Presiden menjadi kesiapan berkelahi secara fisik. (osc/gil)