Arsul mengungkapkan itu saat ditanya awak media mengenai pembahasan Nawacita jilid II yang berujung power sharing dalam pertemuan sembilan sekjen parpol koalisi pendukung Jokowi.
"Kita tidak membahas power sharing. Kan ada yang tadinya mau masuk sudah sepakat, minta menteri sudah dikasih, posnya pun sudah jelas, habis itu enggak jadi," kata Arsul di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (6/8) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir bulan lalu (25/7) Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui konferensi pers di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan mengklaim berkali-kali diajak Jokowi masuk ke dalam kabinet pemerintah.
SBY juga membantah telah memaksakan kader partainya untuk menjadi cawapres. Menurutnya, posisi cawapres ditentukan sendiri oleh sang calon presiden. (age)