Pembangunan delapan rumah susun itu dirancang oleh Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan sempat dianggarkan pada APBD 2018.
Berdasarkan dokumen Perubahan RKPD (rancangan kerja pembangunan daerah) Tahun Anggaran 2018 yang diterima CNNIndonesia.com, anggaran delapan rusun yang dicoret itu senilai Rp1.341.226.299.262 atau Rp1,3 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada dua kelompok program yang dicoret Anies, yakni pembangunan rusun single year dan multiyears.
Warga beraktivitas di Rumah Susun Sindang, Koja, Jakarta, 2017. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) |
Kedua rusun itu sama-sama memiliki empat menara dengan kapasitas 1.020 unit.
Lalu ada Rusun Pori Pesing di Jakarta Barat sebilai Rp40 miliar dan Rusun Pulo Gebang di Jakarta Timur dengan nilai Rp24 miliar. Keduanya sama-sama memiliki satu menara dengan kapasitas 255 unit.
Kedua ada Rusun PIK Pulo Gadung di Jakarta Utara. Tadinya dianggarkan Rp188.279.735.538 untuk membangun dua menara berisi 510 unit.
Terakhir ada Rusun Karang Anyar di Jakarta Pusat yang memiliki 421 unit di dua menara. Anggaran yang dicoret mencapai Rp162,9 miliar.
Sandiaga Uno, di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta, Sabtu, 28 Juli. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Pencoretan dilakukan lantaran Pemprov DKI merasa tak mampu menyelesaikan program yang telah mereka anggarkan sendiri akhir tahun lalu.
Sandi menargetkan pihaknya akan menghemat anggaran hingga 24 persen atau sekitar Rp17,1 triliun. Dan akan digunakan untuk program lainnya.
(arh/gil)
Warga beraktivitas di Rumah Susun Sindang, Koja, Jakarta, 2017. (
Sandiaga Uno, di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta, Sabtu, 28 Juli. (