Sikap resmi soal dukungan pada Pilpres 2019 diakui baru akan diambil usai menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Kamis (9/8), atau sehari sebelum pendaftaran capres-cawapres di Pemilu 2019 ditutup.
Pada Pilpres 2014, PAN memilih membangun Koalisi Merah Putih (KMP) bersama Partai Gerindra, PKS, Partai Golkar, dan PPP. Saat itu, PAN menempatkan ketua umumnya Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai kekalahan itu, PAN bersama KMP menjadi opisisi serius Jokowi-JK, terutama di parlemen. Manuver-manuver KMP sukses mengamankan kursi Ketua DPR, yang diduduki Setya Novanto dari Partai Golkar, dan Ketua MPR yang dimiliki Zulkifli Hasan.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan), di Jakarta, Senin (25/6). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) |
Pilihan politik PAN itu kemudian diganjar Jokowi dengan satu kursi menteri. Kader PAN, Asman Abnur, ditunjuk menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, di 2016.
Namun demikian, PAN masih tampak mesra dengan Partai Gerindra dan PKS. Bahkan dalam beberapa kesempatan, sikap PAN bertolak belakang dengan pemerintah. Misalnya, saat menolak UU Ormas pada akhir 2017.
Kemesraan PAN dengan oposisi terlihat ketika Zulkifli melakukan beberapa kali pertemuan dengan Prabowo dan Presiden PKS Sohibul Iman, serta Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang belakangan merapat ke Gerindra.
Belakangan di sela-sela upaya membangun koalisi bersama Gerindra, PKS, dan Demokrat menghadapi Pilpres 2019, Zulkifli sendirian bertemu dengan Jokowi dua kali. Yakni, di Istana Bogor, akhir Juli; dan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/8).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang merupakan kader PAN, Asman Abnur. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi) |
Rakernas itu mengalami penundaan beberapa hari, dari yang semula dijadwalkan pada Minggu (5/8). Alasannya, ada sejumlah DPW PAN yang belum menyelesaikan rapat pleno dan memberikan rekomendasinya.
"PAN masih mencari aman. Bisa juga sedang bermain di dua kaki," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/8).
Ujang mengatakan sikap galau PAN ini timbul lantaran masih memiliki seorang kader di lingkaran pemerintahan. Di satu sisi PAN tetap ingin membangun komunikasi dengan Jokowi, namun di sisi lain mempersiapkan koalisi bersama Prabowo.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Zulkifli Hasan, di kediaman SBY, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) |
Tak kunjung bergabungnya PAN dalam barisan Jokowi, meski telah diberikan satu kursi menteri, ditengarai karena keberadaan Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN, yang selalu mengkritik keras Jokowi dan kebijakannya.
Misalnya, kritik soal pembagian sertifikat tanah yang disebut tipu-tipu, pengesahan UU Ormas sebagai pisau politik melemahkan umat Islam, hingga kesepakatan divestasi saham Freeport adalah bohong.
Ujang mengamini bila Amien adalah tokoh antagonis di tengah upaya PAN untuk benar-benar bergabung ke koalisi pemerintah. Meskipun, kata Ujang, sikap Amien merupakan hal wajar yang dilakukan politisi terhadap sebuah pemerintahan.
"Masing-masing partai memiliki tokoh antagonis masing-masing, yang kadang terlihat keras bagi pemerintah," kata dia.
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, di acara Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Bung Karno, Jakarta (29/6). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Iya, [Amien] itu juga menjadi faktor. Salah satu dilema PAN adalah berada di dua kaki," kata dia kepada CNNIndonesia.com.
Ubeid mengatakan PAN terlihat pragmatis karena memiliki kader di Kabinet Kerja sekaligus membangun komunikasi dengan Prabowo.
(arh/gil)
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan), di Jakarta, Senin (25/6). (
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang merupakan kader PAN, Asman Abnur. (
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Zulkifli Hasan, di kediaman SBY, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7). (
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, di acara Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Bung Karno, Jakarta (29/6). (