"Saya kira itu bukan [forum] ijtimak ulama, karena itu disponsori oleh parpol," kata Masduki saat menjadi pembicara di acara diskusi yang diselenggarakan oleh Wahid Foundation pada Rabu (8/8).
Diketahui Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional yang berlangsung 27-29 Juli itu merekomendasikan Ketua Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
Masduki enggan menyebut parpol mana yang dia sebut mensponsori agenda tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya ijtimak ulama itu tersubordinasi pada sebuah kepentingan politik praktis," kata dia.
Masduki menilai seharusnya para ulama tak menjadi alat kepentingan politik praktis bagi partai politik tertentu.
"Padahal ulama itu adalah cendekiawan yang harusnya bicara tentang perlindungan terhadap rakyat senuanya," pungkasnya.
Ijtimak Ulama yang digelar GNPF mengundang lima partai politik, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, PBB dan Partai Berkarya.
Agenda itu turut merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres dan dua skenario sebagai pasangan Prabowo. Opsi pertama, Prabowo didampingi Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri; sementara pilihan kedua, Prabowo disandingkan dengan ulama Abdul Somad.