Sejumlah pemilik toko menjadi korban aksi tak bertanggung jawab ini. Aksi penjarahan terjadi di sebuah toko tak jauh dari dermaga Villa Ombak. Pintu dan jendela toko pecah berkeping-keping dirusak massa.
Padahal, menurut warga, toko tersebut hanya menjual pakaian, bukan makanan atau minuman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau makanan dan minuman yang diambil kita wajarlah, tapi masa baju-baju begini juga dibawa," kata Mahmudi yang asli Gili Trawangan.
Barang dagangan di dalam toko ludes diambil. Usai dijarah, toko hanya ditutup dengan triplek.
Allan mengaku tak mengetahui orang yang menjarah tempatnya bekerja karena sedang tak di tempat. Hanya saja dari kesaksian saudaranya yang sedang berada tak jauh dari toko melihat massa yang begitu banyak merangsek masuk ke dalam.
Bermacam makanan, minuman, perlengkapan snorkeling, hingga uang tunai sejumlah Rp30 juta habis digasak massa. Akibatnya tak ada lagi barang yang tersisa di toko tersebut.
Warga Australia yang bekerja di Gili Trawangan bernama Mick mengaku menyaksikan penjarahan. Namun, saat itu ia melihat barang-barang yang diambil sekadar makanan dan minuman dan menurutnya itu wajar saja.
"Dengan kondisi sulit menemukan makanan dan minuman saya pikir itu normal, mereka pun panik sehingga saya tidak bisa menilainya buruk-buruk amat," kata Mick.