Batalnya pertemuan itu disampaikan politikus Partai Demokrat Andi Arief melalui akun twitter pribadinya. Menurut Andi, Demokrat menolak kehadiran Prabowo. Bahkan, Andi menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus.
Menanggapi pernyataan tersebut, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa Andi bukan lah SBY. Muzani menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pejabat teras Demokrat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Andi Arief: Prabowo Jenderal Kardus |
Muzani mengklaim komunikasi pihaknya dengan elit Gerindra saat ini berjalan baik. Menurut Wakil Ketua MPR itu, koalisi antara Gerindra dengan Demokrat masih terbuka lebar.
Namun, Muzani enggan menanggapi lebih lanjut saat disinggung soal kicauan Andi di akun twitter-nya yang menyinggung Prabowo dan batalnya koalisi. Muzani akan merespons setelah membaca kicauan Andi tersebut.
Muzani hanya membantah tudingan Andi yang menyebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyiapkan uang Rp500 miliar.
"Saya kira enggak benar," kata Muzani.
Muzani datang ke rumah Prabowo bersama Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Sebelum Muzani dan Dasco, Sandiaga lebih dahulu hadir. Kemudian hadir pula Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.