"Para pengurus/pemimpin NU yang harus bersikap hati-hati dalam menyampaikan pernyataan-pernyataan; terutama bila berkaitan dengan politik praktis," cuitnya, melalui akun Twitter @gusmusgusmu, Kamis (9/8).
"Dan sebaiknya tak usah bicara politik praktis di kantor NU. Bukan tempatnya," sambung dia, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, sebuah pertemuan digelar di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Rabu (8/8).
Jika bukan warga nahdliyin, pihaknya mengaku tak memiliki tanggung jawab moral untuk memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019.
Robikin sebelumnya menyebut PBNU bukan parpol, saat ditanya soal isu penarikan dukungan terhadap Jokowi.
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Jumat (9/3). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Terpisah, Ma'ruf Amin mengimbau warga NU bersikap tenang dan tak terprovokasi menanggapi isu cawapres untuk Jokowi itu.
"Tenang saja. Waspada. Jangan terprovokasi. Sekarang ini belum ada apa-apa," kata dia, dikutip dari laman resmi PBNU, Rabu (8/8).
Dalam forum itu selalu ditegaskan bahwa PBNU tetap pada khittahnya, yakni sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang peribadatan, pendidikan Islam, kesehatan, sosial, dan kesejahteraan.
"Jadi Khittah NU itu berkaitan erat dengan manhajul fikr [cara berpikir] yang sejalan dengan Qanun Asasi NU. Sampai sekarang NU masih setia berpegang pada khittah-nya," kata Ma'ruf.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Ketua PBNU Said Aqil Siroj lantas menyatakan Mahfud MD bukan kader NU. Ia juga menyebut Mahfud belum pernah menjabat sebagai pengurus organisasi yang berafiliasi dengan NU.
(gil)
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Jumat (9/3). (
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (