Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (AA) menyebut Sandi menyetor masing-masing Rp500 miliar ke PAN dan PKS untuk meloloskannya sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tudingan tersebut juga diklaim merusak komunikasi Partai Demokrat dengan PAN.
Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad WIbowo (kedua kanan). (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Drajad mengaku pihaknya tak pernah berjumpa Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno. Tudingan mahar dari Sandi pun dinilai tak beralasan.
"Tuduhan Andi Arief itu jahat sekali. Hingga pagi ini, Sandi sama sekali belum bertemu dengan DPP PAN. Bagaimana bisa bicara mahar apalagi dengan angka yang fantastis?" kata dia.
"Nama Sandi memang diusulkan Gerindra, dan dipertimbangkan PAN. Tapi rankingnya di internal PAN di bawah bang Zul. Kami juga belum tahu apakah Sandi akan mundur dari Gerindra dan/atau masuk PAN," ucap dia.
Namun demikian, Drajad mengakui PAN masih mencari sosok yang tepat. "PAN, khususnya Pak Amien Rais [Ketua Dewan Kehormatan PAN], juga terus berkonsultasi dengan ulama dan habaib yang banyak sekali berdatangan ke kediaman Pak Amien."
(gil)
Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad WIbowo (kedua kanan). (