"Kami tidak berbicara mengenai saran menyaran. Tapi tentu diingatkan bahwa Partai Golkar ini partai nomor dua dan juga mempunyai 18 juta pemilih dan konstituennya luas. Sehingga tentu dalam kontestasi pemilu ke depan ini suara ini harus dikonsolidasikan dan Golkar harus solid agar juga fokus pada pemenangan pemilu legislatif," kata Airlangga.
Pertemuan Airlangga dan JK berlangsung satu hari menjelang batas akhir masa pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada Jumat (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jusuf Kalla: Semua Ketua Partai Juga Umat |
Airlangga menyatakan pertemuan ini juga dalam rangka silaturahim kepada sesepuh Partai Golkar.
"Partai Golkar kan kemarin sudah muter ke seluruh senior partai Golkar, dan hari ini ke pak Jusuf Kalla karena beliau selain Wapres, beliau juga kan (mantan) Ketua Umum Partai Golkar," kata dia.
"Kami sudah mendapatkan arahan-arahan dari pak JK, Pak Wapres mengenai tentu situasi-situasi terkini, dan tentu pak Wapres memberikan arahan-arahan terkait dengan persiapan-persiapan lanjutannya," kata Airlangga.
Ketika disinggung apakah ada arahan dari JK juga terkait calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Perindustrian ini mengaku tidak ada pembahasan tersebut. Airlangga menambahkan hingga saat ini juga Partai Golkar masih mendukung Jokowi sebagai calon presiden.
"Dari hasil Rapimnas maupun Munas luar biasa, partai Golkar kan posisinya mendukung pak Jokowi," kata Airlangga. (ayp/gil)