Dhani, yang kini menjadi kader Gerindra, mengaku mendengar kabar bila PAN dan PKS masing-masing pernah ditawari uang sejumlah Rp3 triliun untuk pindah ke barisan koalisi pendukung Presiden Joko Widodo.
"Buat saya ya. Dengar-dengar PAN dan PKS itu ditawari Rp3 triliun untuk pindah ke Jokowi. Jadi menurut saya Rp500 miliar itu murah banget, harusnya lebih dari itu," kata Dhani yang terlihat di arena Rapimnas ke-IV PAN, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Substansinya itu PAN, PKS berjuang bersama Prabowo. Kalau kita omongin duit mereka sudah pindah ke Jokowi. Rp6 triliun, 2 partai," ujarnya.
Menurutnya, yang pasti tawaran itu datang dari koalisi rezim Jokowi, yang terdiri dari PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PKB, PPP, PSI, Perindo, hingga PKPI.
"Tentunya (yang mengajak PAN dan PKS bergabung) oleh bagian dari rezim kan, enggak mungkin Ariel Peterpan nawarin," kata dia.
Lihat juga:Andi Arief: Sandiaga Ingin Gulingkan Prabowo |
"Saya enggak tahu apa salahnya Prabowo kepada Andi Arief sehingga Andi Arief berkata tidak sopan seperti itu. Saya rasa Pak SBY akan marah sama Andi Arief," ujarnya.
Dhani mengaku kehadiran dirinya di Hotel Sultan ini tak berkaitan dengan Rakernas PAN.
Menurut Dhani, dirinya tengah menggelar rapat dengan aktivis #2019GantiPresiden lainnya, Neno Warisman, untuk mempersiapkan deklarasi ganti presiden di sejumlah daerah.
"Saya lagi rapat sama Mbak Neno. Rapat untuk deklarasi ganti presiden 2019 rencannya besok di Serang , terus di Surabaya 26 Agustus dan 9 September di Solo," kata dia.