Nama Ma'ruf mengejutkan banyak pihak. Sebab beberapa jam sebelum pengumuman, nama Mahfud MD yang justru menguat bakal menemani Jokowi menjadi cawapres. Mahfud juga diketahui telah mengurus surat keterangan tidak pailit di Pengadilan Negeri Sleman.
Jokowi bagaimanapun telah menempuh jalan panjang untuk memilih pendampingnya. Intrik dan polemik mengiringi perjalanan Jokowi dalam beberapa waktu terakhir hingga pengumuman cawapres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilah-pilih cawapres dimatangkan saat Jokowi menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6). Pengumuman cawapres Jokowi diklaim tinggal menunggu momentum yang tepat.
Di antara nama bursa cawapres itu, salah satu orang yang paling blakblakkan menginginkan maju menjadi cawapres Jokowi adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Bahkan Cak Imin sudah gembar-gembor membuat posko JOIN alias Jokowi Cak Imin di berbagai daerah.
Eks Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu pun sempat diajak Jokowi meninjau kesiapan Asian Games di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan. Pada pertemuan itu, Cak Imin tak menampik berharap ada pembahasan soal calon wakil presiden.
"Belum. Baru salaman doang. Ya pasti (bahas cawapres). Semoga," kata Cak Imin di JSC, Sabtu (14/7).
"Memang kami belum punya opsi lain, baru Pak Jokowi sama saya," terang dia.
Jokowi bersama para ketum parpol saat deklarasi cawapres di Plataran Proklamasi, Menteng. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono). |
Perjalanan Jokowi terus berlanjut. Eks Wali Kota Solo itu melanjutkan safari politiknya dengan menghadiri acara partai NasDem di gedung Akademi Bela Negara Partai NasDem, Jalan Pancoran Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/7).
Dalam acara itu Jokowi tampak bertemu elite Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Ketua MK Mahfud MD, dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).
Singkat cerita, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy alias Romi mulai blakblakan tentang 10 nama cawapres Jokowi. Beberapa nama berasal dari kalangan politisi, yakni Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Cak Imin, dan Romi sendiri.
Ada pula nama yang berasal dari kalangan ulama, yakni Rais 'Aam PBNU yang juga Ketum MUI KH Ma'ruf Amin dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Dari kalangan non parpol ada nama Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Selanjutnya ada nama Mahfud MD, Jenderal (Purn) Moeldoko, hingga Chairul Tanjung.
"Presiden, menurut saya, seorang yang transparan. Dia sendiri yang meminta saya melemparnya ke publik. Malah saya yang awalnya keberatan. Tapi beliau malah bilang ke saya 'masalahnya di mana?" kata Romi dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Senin (16/7).
Waktu terus berjalan, para ketum parpol semakin intens bertemu Jokowi. Salah satunya di Istana Bogor, Jokowi makan malam bersama enam ketum parpol koalisi, yakni Megawati Soekarnoputri (PDIP), Airlangga Hartarto (Golkar), Surya Paloh (Surya Paloh), Oesman Sapta Odang (Hanura), Cak Imin (PKB), dan Romi (PPP).
Saat itu Romi tak juga membocorkan pembahasan Jokowi dengan para Ketum Parpol. Dia hanya menamakan pertemuan Istana Bogor dengan nama 'Rendang Koalisi'.
"Yang pasti, malam ini di Istana Bogor acaranya adalah makan malam dengan menu rendang koalisi," kata Romi, Senin (23/7).
Jokowi bertemu enam ketum parpol pendukung di Istana Bogor. (Dok. Istimewa). |
Menanggapi hal itu, Jokowi hanya berseloroh. "Muhammad Jusuf Kalla juga (berinisial) M. Mbak Puan juga M. Mas Airlangga juga M. Depannya pakai M pokoknya," kata Jokowi, Rabu (8/8).
Di hari yang sama soal seloroh itu, Jokowi diketahui bertemu Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin secara diam-diam di Istana Merdeka. Namun tak ada satu pun yang mengetahui apa isi pembicaraan Ma'ruf dengan Jokowi.
Teka-Teki yang Terjawab
Hari pendaftaran pun makin dekat, tinggal menyisakan satu hari lagi. Nama cawapres Jokowi tak juga terang. Sampai akhirnya muncul agenda deklarasi cawapres oleh Jokowi di Plataran Proklamasi, Menteng, jakarta Pusat, Kamis (9/8) sore.
Jokowi tiba di Plataran pukul 17.07 WIB. Tak ada komentar yang diberikan mantan Gubernur DKI itu ketika hadir.
Beberapa saat sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga hadir bersama Sekjennya Hasto Kristiyanto.
Tak jauh dari tempat deklarasi, Mahfud MD yang dalam beberapa jam terakhir menguat bakal jadi cawapres Jokowi juga telah menunggu di Restoran Tesate yang berada di seberang Plataran. Ia diketahui sudah hampir satu jam berada di restoran tersebut.
Jokowi bersama Ketum MUI Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A). |
Lihat juga:Ma'ruf Amin, Kiai Banten Pendamping Jokowi |
Di sela waktu menunggu pengumuman oleh Jokowi, Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mencuitkan pernyataan mengejutkan melalui akun Twitternya. Dia mengungkap bahwa Ma'ruf Amin yang dipilih Jokowi sebagai cawapres.
"Rapat antara pak Jokowi dan ketum2 , sekjen partai pendukung memutuskan Prof Dr Kh Ma'ruf amin sebaga calon wapres pak jokowi,' cuit @Kadir_Karding.
Meski demikian, pernyataan Karding itu belum bisa dikonfirmasi karena keluar bukan dari mulut Jokowi sendiri.
Hingga tibalah saat Jokowi tampil ke muka, di hadapan para pewarta yang sudah menunggu, dia mengumumkan nama yang sudah ditunggu banyak orang. Bukan Mahfud, Cak Imin, Airlangga, Moeldoko atau nama-nama lain selama ini sangat kencang diprediksi.
"Saya memutuskan dan telah mendapatkan pesetujuan dari Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai calon wakkil presiden 2019-2024 adalah Prof. Dr. Ma'ruf Amin," kata Jokowi. (osc/gil)
Jokowi bersama para ketum parpol saat deklarasi cawapres di Plataran Proklamasi, Menteng. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jokowi bertemu enam ketum parpol pendukung di Istana Bogor. (Dok. Istimewa).
Jokowi bersama Ketum MUI Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).