Menurutnya, pengumpulan data korban dilakukan banyak pihak dengan berbagai cara masing-masing. Misalnya, pengumpulan data penduduk oleh aparat desa, hingga pendataan secara langsung alias 'door to door' oleh Komando Rayon Militer (Koramil) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Wiranto juga menyebut terdapat sejumlah korban jiwa yang tak terdata karena telah dikubur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakorsus turut dihadiri oleh Menteri Sosial Idrus Marham, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, serta Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan.
"Tetapi hasil daripada pendataan yang terkahir dari Dansatgas yang saya terima, yang meninggal itu 319 orang," ujarnya.
"Saya sudah perintahkan untuk ada satu kepaduan humas di sana untuk sebelum diumumkan ke pubik, diberitakan kepada wartawan, disesuaikan dulu data-data masalah rumah rusak, orang meninggal, orang luka berat, dan sebagainya," kata Wiranto.
Disinggung soal data BPBD Lombok Utara yang menyebut korban jiwa mencapai 347 orang, Kepala BNPB Willem Rampangilei menyebut masih harus mengkonfirmasinya.
"Nanti ini ada mekanisme di satgas di sana itu akan diklarifikasi. Kita akan bekerja sama dengan Dukcapil," ujarnya. (age)